ANNOUNCEMENT

Tolong baca About This Blog untuk informasi lebih lanjut

ANNOUNCEMENT

We are so sorry. SHINee World Fiction is under repair. We will try our best to repair it as soon as we can. So the blog can't be open for a moment. They have some problem, we are so sorry.

Super Junior ELF Fiction is now on delay. So sorry for My Past Future, will be delay till 1 week.. we hope so. The authors will do a test on 29 March 2010, so they can't write like usual. And about the other post, there are so much post on superjuniorfanfiction@yahoo.com so they need more time for choose.. so sorry

Showing posts with label Treaser. Show all posts
Showing posts with label Treaser. Show all posts

Saturday, March 27, 2010

[Teaser] My Past Future


......
.....“Nona… apakah anda sudah bangun?” itu pasti Jun… aku yakin dia juga sangat mengantuk. Aku berjalan dengan lemas berusaha membuka pintu dengan mata yang basih tertutup, sulit sekali membuka mata.
“Nona, saya minta maaf sebelumnya. Tapi saya rasa saya benar-benar tidak kuat untuk olahraga. Apakah anda tidak apa-apa jika di temani pelayan lain?” ucap Jun lemas dan malas.
“Sudah lah… aku juga tidak kuat.,-“ aku berusaha membuka mata. “Ya ampun! Matamu menyeramkan sekali, lebih baik kita kembali tidur saja.” Ucapku masih dengan nada datar, bahkan walaupun aku kaget tidak ada nada terkejut di nada bicaraku. Mata Jun, salah… di sekeliling mata Jun sangat merah dan membengkak. Seperti tidak tidur hingga seharian, dua hari berturut-turut saja seperti ini pasti kelopak dan kantung mata Jun hitam juga besar.Ckckck… “Terima kasih banyak nona..”
“Yaya.. kau bisa pergi sekarang.” Aku kembali menutup pintu dengan lemas dan kembali memejamkan mata lalu berjalan ke atas kasur. Ya ampun.. betapa berharganya kasur dan bantal saat sedang lelah juga mengantuk seperti ini. Hwuaaahhh…

***

“Yuna! Bangun! Sudah siang ayo bangun…” seseorang menyentuh kakiku membuatku terlonjak. “Mama…” aku kembali tengkurap di atas selimutku yang sangat nyaman. “Heeehhh!! Udah siang ini, ayo ah! Anak perempuan kok bangunnya siang! Mandi cepet!” mama menarik lenganku dan mendorongku ke kamar mandi. “Cepet sana mandi!” mama akhirnya meninggalkanku, aku langsung berjongkok di depan toilet lalu kembali tidur.
“Ehh ini anak kok… mandi ah cepet!”
“Ahhh mama!” dengan malas aku mandi, aduh.. dingin! Tapi segar, mataku langsung bisa terbuka dengan lebar. Begitu selesai mandi ringtone I Want It That Way berdering.
“Ne. Yeoboseoyo, Yuna imnida.”
“Oh.. Yuna-ah, tadi Chun Li menghubungiku. Katanya untuk merayakan keberhasilan kita semua, ia mengajak kita untuk menonton film bersama. Lalu katanya ia mau kita semua pergi ke Lotte World bersama-sama.”
“Yeong-hwa gamsang (pergi menonton)? Ya ampun… apakah Chun Li tidak lelah. Tapi baiklah.. pukul berapa? Dan bertemu di mana?”
“Li bilang kita bertemu di sekolah, baru setelah itu kita berangkat dengan van miliknya. Jangan lupa bilang pada Jun bahwa dia harus ikut, ok?”
“Baiklah, akan aku sampaikan padanya.”
“Annyeong, sampai bertemu di sekolah. Saranghae.”

Hope can out on 10 April 3
Sorry if there's a delay, keep reading guys!

Saturday, March 20, 2010

[Teaser] EverLasting Friend World

........
....“Sure you are! I hear from my friend, Korea has a good image for a film, drama or anything like that. Why don’t you go to the University? I ever heard two name of university. If I’m not wrong it’s Seoul University and Incheon Art University.”
“Ah yeah! You right! Thank you very much my idol!”
“Hey.. hey… when I talk to you I’m just a little boy. You are my idol, Jess!”
“Aha? Yea..yea.. but if I still talk to you like this, there’s so many Justin Bieber fans that will kill me.”
“Ahaha… I think I have to go, bye-bye.”
“Bye! Love you.”
“I love you too sis! Of course!”
Aha! Gotcha! Sangat tidak masuk akal jika aku bisa bersahabat dengan seorang Justin Bieber, laki-laki kelahiran 94 yang sekarang di gilai para gads. Tapi itulah hebatnya kekuatan persahabatan, jalinlah persahabatan dengan siapapun. Tidak di sangka, laki-laki yang aku temui 2 tahun lalu, laki-laki yang biasa-bisa saja kini telah menjadi superstar. Jadi? Jalinlah persahabatan seluas-luasnya! Barangkali kau seberuntung aku.

***

Seoul May 2010

“Annyeong haseoyo! Kang Woo-ah!” papa memeluk seorang laki-laki berpakaian formal. Kini aku sudah berada di rumah sahabat ayahku sejak dulu, tidak ada yang berubah dari bangunan ini. Aku mengagumi rumah ini sejak dulu, tidak terasa sudah 17 tahun aku tidak menginjakkan kaki di tempat ini. Apakah sahabat kecilku itu masih ingat denganku?
“Annyeong, kau pasti Jessyca Ashyta.”
“Ne. Annyeong haseoyo ahjussi, Mannaseo bangapseummnida.” Aku membungkuk 90 derajat. “Wah.. Korea-mu sudah jauh lebih baik. Cham yebbeoyo.” Pipi Jess bersemu malu. “Go map seum ni da.” Jess tersipu malu, sebelumnya tidak ada yang memujinya cantik selain keluarganya. Ckckck!
“Apa kau masih ingat dengan Kim Kibum? Kalian berdua sangat akrab dulu. Setelah terakhir kali kau ke sini, tahun-tahun berikutnya Kibum selalu menanyakan kau di mana. Begitu terus hingga 5 tahun berturut-turut, akhirnya ia menyerah dan mengerti kau tidak bisa berkunjung ke sini.”
“Maaf ya, ahjussi. Tapi apa benar seperti itu?”
“Iya. Sejujurnya aku belum bilang padanya bahwa kau akan kemari, aku hanya menyuruhnya datang saja. Dan tadi pagi ia baru tiba, jadi sekarang mungkin masih mandi. Ayo masuk.” Aku dan papa berjalan masuk, dan kami tidak melupakan adat yang selalu kami lakukan di rumah ini.
“Kemana isteri-mu? Apa dia tidak tinggal bersamamu lagi?”
“Ya… seperti yang kau tahu, dia lebih suka tinggal di Daegu bersama ibunya. Jadi setiap minggu atau setiap aku punya waktu aku dan Kibum harus datang ke Daegu mengunjungi mereka. Tiba-tiba terdengar suara orang memanggil dari lantai dua.
“Appa! Masakanmu gosong!” aku yakin itu Kibum… hwuaaa, aku sangat merindukannya. “Ya tuhan! Tunggu di sini, aku akan mematikan kompor dan membuatkan minuman.” Ucap paman panik. “Aku akan membantumu, Jess kamu tunggu di sini yah.”

&&&

Out on 3th April 2010
 
!--Page Navigation Starts-->